BADAH HUT GKI KE 63 TAHUN DILAKUKAN DALAM BENTUK BUDAYA KEMTUK

Perayaan HUT Gereja Kristen Injili di Tanah Papua yang ke 63 tahun,tepatnya tanggal 26 Oktober 2019 ini di pusatkan di Kampung Sabeyab Distrik Kemtuk Kabupaten Jayapura.
Kegiatan peringatan HUT GKI kali ini agak beda dengan tahun-tahun sebelumnya, jalannya Ibadah peringatan kali ini lebih didominasih dengan keberadaan budaya setempat.
Semua susunan acara,dan liturgi ibadah yang di buat menggunakan bahasa lokal setempat, sampai dengan puji-pujianpun juga menggunakan bahasa lokal kemtuk.

Ibadah HUT GKI KE 63 tahun di Distrik kemtuk yang di hadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitau.SE.MSi dan Muspika di lingkup PEMDA kabupaten jayapura, dalam sambutannya Bupati, memberi semangat dan dorongan kepada jemaat-jemaat se klasis Kemtuk,dengan kalimat pembuka memberi salam menggunakan bahasa lokal kemtuk, menurut Bupati bahwa Injil merupakan kekuatan Allah yang harus kita pertahankan sebagai pedoman hidup, kita juga patut mengsyukuri jeri lelah dari para pendahulu-pendahulu yang suda rela berkorban menghadirkan injil di dataran Grime Nawa itu bukan hal yang gampang, ia mengajak seluruh jemaat seklasis kemtuk untuk hidup dalam terang injil dan melakukan amanah dari para pendahulu-pendahulu yang pernah berjuang untuk sebuah perubahan besar yang kita semua nikmati hasilnya saat ini.

Ibadah yang dipimpin Pdt.Yohanis Aleri S.Th benar-benar duwarnai dengan nilai-nilai budaya setempat, hal ini dilihat dari bahasa yang digunakan,susunan acara sampai debgan liturgi dan khobah semuanya menggunakan bahasa kemtuk, prosesi ibadahpun di warnai dengan tari-tarian oleh jemat-jemat seklasis kemtuk yang mengenakan atribut budaya.

Bapak Piter Dantru Ondoafi Sabeyab yang juga sebagai ketua panitia penyelenggaraan mengatakan bahwa, ibadah syukuran dalam versi budaya ini sengaja di rancang untuk mengingat kembali para generasih pendahulu yang hidup erat dengan sistim budaya bisa berjuang menghadirkan injil sebagai terang dalam kehidupan,sehingga mampu merubah dinamika masa lalu ke masa perubahan sekarang ini.

Dentuman tifa,tarian dan nyanyian rakyat memuji-mujinTuhan mengisi akhir kegiatan syukuran ini, jemat-jemat yang hadir tak mampu bertahan dalam euforia itu, semua ambil bagian dalam barisan tari termasuk rombongan Muspika Kabupaten Jayapura yang mengikuti perayaan syukuran itu. _(y@u)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *